Selasa, 20 Desember 2016

Annyeong! Pen Name ku itu Firumu jadi panggil aja Firumu^^
Di blog ini aku bakal nuangin segala ide di otakku tentang Cerpen. Semua cerpen dibawah itu menggunakan nama-nama orang korea //eaa.. abisnya aku suka banget sama korea meskipun aku gak punya satu barang yang berhubungan dengan korea //huhu.. nasib fangirl rakjel mah emang gitu. *3* udah gak usah basa basi, Firumu cuma mau berbagi cerita kepada para readers //uwuwuw..


Mereka Bukan Aku

   Namaku Kim Yoo Jun, teman-temanku memanggilku Yoojun. Lebih tepatnya sih teman palsu. Aku hanya merasa bahwa mereka memanfaatkanku karena harta, mereka tidak benar-benar menganggapku sebagai teman. Dan perempuan yang selalu mengejarku hanya memandangku dari segi fisik saja. Mereka para perempuan beranggapan bahwa aku tampan, cerdas, kaya. Namun aku tidak pernah menganggap diriku seperti itu. Aku tidak tampan aku hanya siswa biasa seperti lainnya, aku tidak cerdas.. aku hanya gemar membaca buku, aku tidak kaya karena bukan diriku yang bekerja keras melainkan orang tuaku. Mungkin saja jika aku jelek, bodoh, dan miskin pasti para perempuan itu tidak akan mau mendekatiku bahkan akan menindasku (?) seperti jijik. Mereka hanya melihatku dari sisi luar. Mungkin suatu saat jika aku terkena musibah dan mendapat penyakit mereka tidak akan mendekatiku. Mending orang seperti kalian MUSNAH saja. Semua orang sama saja!

---

Pagi itu benar-benar cerah, aku sudah siap untuk berangkat ke sekolah supaya orang tuaku bangga kepadaku. Aku bukan anak tunggal, aku punya seorang kakak. Kakak yang tidak pantas disebut kakak karena berani sekali dia menghamili dua perempuan sekaligus sampai-sampai ibuku menjadi frustasi dan harus dirawat dirumah sakit karena kakak. Semua karena kakak, ibuku menjadi cepat lelah dan hampir tiap minggu sekali ia harus cek up ke dokter langganannya untuk memastikan apakah dirinya sehat-sehat saja. Dulu ibuku seorang pekerja keras, pantang menyerah, dan patut dijadikan panutan sama seperti ayahku yang tegas dan disiplin. Tapi aku selalu mendoakan yang terbaik untuknya begitu juga untuk ayahku. Mereka adalah orang tuaku yang sangat kusayangi aku tidak ingin kehilangan mereka. Maka dari itu aku berjanji pada diriku sendiri untuk terus memperhatikan mereka berdua supaya tidak terlalu lelah. Setiap weekend aku akan mengajak mereka untuk berwisata untuk melepas penat, yah.. itu sudah menjadi tanggung jawabku untuk menjaga mereka supaya tidak terlalu berlebihan pada pekerjaannya.

Hari ini pukul 07.15 aku berangkat ke sekolahku, SMA Purnabakti. Sekolah khusus, aku harus giat belajar karena kedua orang tuaku telah memasukkanku disekolah elit seperti ini.

"kyaa! itu Yoojun-oppa!" teriak para wanita di depan gerbang sekolah. Aku sudah bosan, bosan banget mendengar mereka berteriak terus seperti itu.

//belum selesai//